DJI Matrice 400 merupakan platform drone enterprise terbaru yang dirancang untuk menangani berbagai kebutuhan operasional berskala industri, mulai dari inspeksi infrastruktur, pemetaan, survei geospasial, keamanan, hingga operasi tanggap darurat. Matrice 400 dapat mengangkat payload hingga kapasitas 6 kg, waktu terbang yang lebih panjang, sistem deteksi rintangan multi-layer, serta kompatibilitas dengan berbagai sensor profesional seperti LiDAR, kamera visual, kamera termal, dan multispektral, DJI Matrice 400 menawarkan fleksibilitas tinggi untuk berbagai sektor industri. Berikut spesifikasi lengkap DJI Matrice 400 mulai dari karakteristik pesawat, sistem navigasi, kemampuan sensor, kamera FPV, hingga teknologi transmisi video yang mendukung operasi Beyond Visual Line of Sight (BVLOS) secara lebih andal.
Pesawat (Aircraft)
| Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|
| Berat Lepas Landas (dengan baling-baling) | Tanpa baterai: 5020 ±20 g Dengan baterai: 9740 ±40 g |
| Berat Lepas Landas Maksimum | 15,8 kg |
| Dimensi | Terbuka: 980 × 760 × 480 mm (P × L × T) (dengan landing gear) Terlipat: 490 × 490 × 480 mm (P × L × T) (dengan landing gear dan gimbal)Dimensi maksimum tidak termasuk baling-baling. Dimensi koper penyimpanan: 779 × 363 × 528 mm (P × L × T) |
| Payload Maksimum | 6 kg |
| Ukuran Baling-baling | 25 inci |
| Wheelbase Diagonal | 1070 mm |
| Kecepatan Naik Maksimum | 10 m/s |
| Kecepatan Turun Maksimum | 8 m/s |
| Kecepatan Horizontal Maksimum (permukaan laut, tanpa angin) | 25 m/s |
| Ketinggian Lepas Landas Maksimum | 7000 m |
| Waktu Terbang Maksimum (tanpa angin) | 59 menit |
| Waktu Melayang Maksimum (tanpa angin) | 53 menit |
| Jarak Terbang Maksimum (tanpa angin) | 49 km |
| Ketahanan Kecepatan Angin Maksimum | 12 m/s |
| Sudut Pitch Maksimum | 35° |
| Suhu Operasional | -20°C hingga 50°C (-4°F hingga 122°F) (tanpa radiasi matahari) |
| Sistem Navigasi Satelit Global (GNSS) | GPS + Galileo + BeiDou + GLONASS*
GLONASS didukung hanya saat modul RTK diaktifkan. Dilengkapi penerima Airborne ADS-B In standar dan antena ganda dengan jangkauan penerimaan hingga 20 km. |
| Akurasi Hover (dengan angin sedang atau tanpa angin) | Vertikal: ±0,1 m (Vision Positioning) ±0,5 m (Satellite Positioning) ±0,1 m (RTK Positioning)Horizontal: ±0,3 m (Vision Positioning) ±0,5 m (Satellite Positioning) ±0,1 m (RTK Positioning) |
| Akurasi RTK GNSS | RTK Fix: 1 cm + 1 ppm (horizontal) 1,5 cm + 1 ppm (vertikal) |
| RTK Heading | Mendukung RTK Heading dengan akurasi lebih baik dari 2° |
| Airborne ADS-B In | Dilengkapi penerima Airborne ADS-B In standar dan antena ganda dengan jangkauan penerimaan hingga 20 km |
| Penyimpanan Internal | N/A |
| Port | USB-C Debug Port ×1: USB 2.0 E-Port V2 ×4: Di bagian bawah drone, mendukung daya 120 W untuk setiap port Cellular Dongle 2 Interface ×2: Di bagian bawah drone |
| Model Baling-baling | 2510F |
| Beacon | Terintegrasi pada pesawat |
| Tingkat Perlindungan | IP55 |
Sistem Sensing
| Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|
| Jenis Sensor | Sistem penglihatan binokular omnidirectional (surround view menggunakan sensor fisheye berwarna penuh)
Horizontal rotating LiDAR, Upper LiDAR, dan sensor jarak inframerah 3D bawah Radar gelombang milimeter (mmWave) enam arah |
| Depan (Forward) | Jarak Pengukuran: 0,4–21 m Jarak Deteksi: 0,4–200 m FOV: 90° (horizontal), 90° (vertikal) |
| Belakang (Backward) | Jarak Pengukuran: 0,4–21 m Jarak Deteksi: 0,4–200 m FOV: 90° (horizontal), 90° (vertikal) |
| Samping (Lateral) | Jarak Pengukuran: 0,6–21 m Jarak Deteksi: 0,5–200 m FOV: 90° (horizontal), 90° (vertikal) |
| Bawah (Downward) | Jarak Pengukuran: 0,5–19 m FOV ke depan dan belakang 160°, serta 105° ke kanan dan kiri |
| Lingkungan Operasional | Depan, Belakang, Kiri, Kanan, Atas: Permukaan memiliki tekstur yang jelas dan pencahayaan memadai.
Bawah: Permukaan tanah memiliki tekstur yang kaya dengan pencahayaan cukup, refleksi difus, dan reflektivitas di atas 20% (misalnya dinding, pohon, manusia, dll.). |
| Rotating LiDAR | Jarak Pengukuran Standar: 0,5–100 m @100.000 lux dengan target reflektivitas 10% Jarak Pengukuran: hingga 300 m @10.000 lux untuk kabel aluminium inti baja Ø21,6 mm dengan sudut relatif ±30° FOV: 360° (horizontal), 58° (vertikal) Kerapatan titik: 520.000 titik/detik Panjang gelombang laser: 905 nm Kelas keamanan laser: Class 1 (IEC60825-1:2014), aman untuk mata |
| Upper LiDAR (3D ToF) | 0,5–25 m pada malam hari (reflektivitas >10%) FOV ke atas dan bawah 60°, serta 60° ke kanan dan kiri |
| Sensor Jarak Inframerah 3D Bawah | Jarak Pengukuran: 0,3–8 m (reflektivitas >10%) FOV ke depan dan belakang 60°, serta 60° ke kanan dan kiri |
| Radar mmWave | Jarak deteksi kabel listrik: 36 m untuk kabel aluminium inti baja Ø12 mm 50 m untuk kabel aluminium inti baja Ø21,6 mm FOV: ±45° (horizontal dan vertikal) |
Kamera FPV
| Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|
| Resolusi | 1080p |
| Field of View (FOV) | DFOV: 150° HFOV: 139,6° VFOV: 95,3° |
| Frame Rate | 30 fps |
| Night Vision | Starlight Grade |
Sistem Transmisi Video
| Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|
| Sistem Transmisi Video | DJI O4 Enterprise Enhanced Video Transmission System |
| Live View | Remote Controller: 3-channel 1080p/30fps |
| Frekuensi Operasi & Daya Pancaran (EIRP) | 902–928 MHz: <30 dBm (FCC), <16 dBm (MIC) 1.430–1.444 GHz: <35 dBm (SRRC) 2.4000–2.4835 GHz: <33 dBm (FCC), <20 dBm (CE/SRRC/MIC) 5.150–5.250 GHz: <23 dBm (FCC/CE) 5.725–5.850 GHz: <33 dBm (FCC), <14 dBm (CE), <30 dBm (SRRC) |
| Jarak Transmisi Maksimum (tanpa halangan & tanpa interferensi) | 40 km (FCC) 20 km (CE/SRRC/MIC) |
| Jarak Transmisi Maksimum (dengan interferensi) | Interferensi tinggi (kawasan padat perkotaan): ±1,5–6 km Interferensi sedang (pinggiran kota, taman kota): ±6–15 km Interferensi rendah (ruang terbuka, area terpencil): ±15–40 km |
| Kecepatan Unduh Maksimum | Mode Standar: Downlink 80 Mbps Playback Download: <25 Mbps Single-Channel Bitrate: ≤12 Mbps |
| Antena | WLAN Antenna ×8: 6 antena polarisasi vertikal dan 2 antena polarisasi horizontal sub2G Antenna ×2: 2 antena polarisasi vertikal 4G Antenna ×4Mode Operasi: 2T4R |
| Lainnya | Mendukung Dual Control Mode dan Cellular Dongle 2 dual-channel |
DJI Matrice 400 hadir sebagai salah satu platform drone enterprise paling lengkap yang ditawarkan DJI saat ini. Kombinasi kapasitas angkut yang besar, waktu terbang hingga 59 menit, sistem penghindaran rintangan berbasis LiDAR dan radar mmWave, serta dukungan terhadap berbagai payload profesional menjadikannya solusi yang cocok untuk berbagai aplikasi industri dengan tingkat kompleksitas tinggi. Pemanfaatan untuk inspeksi jaringan listrik, pemetaan wilayah luas, monitoring pertambangan, pengawasan aset, maupun operasi keselamatan publik, DJI Matrice 400 dirancang untuk memberikan efisiensi operasional, kualitas data yang tinggi, dan tingkat keamanan penerbangan yang lebih baik.
Ingin mengetahui bagaimana DJI Matrice 400 dapat dioptimalkan untuk kebutuhan operasional perusahaan Anda? Terra Drone Indonesia, sebagai Gold Reseller DJI Enterprise di Indonesia, siap membantu mulai dari konsultasi, pemilihan payload yang sesuai, hingga implementasi solusi drone yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keselamatan kerja di berbagai sektor industri.