DJI kini menghadirkan DJI AP100 Parachute untuk platform DJI Matrice 400 sebagai sistem keselamatan tambahan yang dirancang untuk mendukung operasi drone industri. Parasut ini berfungsi sebagai mekanisme mitigasi risiko ketika terjadi kondisi darurat selama penerbangan, sehingga membantu mengurangi potensi dampak terhadap drone, payload, maupun area di bawah jalur penerbangan. Kehadiran sistem parasut menjadi semakin relevan seiring meningkatnya penggunaan drone pada berbagai sektor industri, mulai dari inspeksi infrastruktur, pemantauan aset energi, keamanan, hingga operasi Beyond Visual Line of Sight (BVLOS). Pada jenis operasi tersebut, aspek keselamatan tidak hanya berkaitan dengan keberhasilan misi, tetapi juga berkaitan dengan kepatuhan terhadap regulasi serta perlindungan terhadap lingkungan operasional di sekitarnya.
Penggunaan drone industri saat ini semakin banyak dilakukan pada area yang memiliki kompleksitas tinggi, seperti kawasan perkotaan, fasilitas energi, area konstruksi, maupun lokasi dengan aktivitas manusia yang cukup padat. Kondisi tersebut membuat operator perlu mempertimbangkan berbagai aspek mitigasi risiko sebelum menjalankan penerbangan. DJI AP100 Parachute dirancang untuk mendukung kebutuhan tersebut dengan membantu memenuhi persyaratan operasional tertentu, termasuk standar EASA C5/C6 di Eropa dan CAA UK5/UK6 di Inggris saat digunakan bersama DJI Matrice 400.
Selain itu, salah satu fitur unggul dari DJI AP100 adalah kemampuan melakukan pemeriksaan sistem secara terus-menerus selama drone dioperasikan. Sejak DJI Matrice 400 dinyalakan hingga misi selesai, perangkat akan memantau kondisi generator gas serta jalur komunikasi secara berkelanjutan. Informasi tersebut ditampilkan melalui Health Management System (HMS) pada aplikasi DJI Pilot 2 sehingga operator dapat mengetahui status sistem sebelum maupun selama penerbangan berlangsung.
Pendekatan ini membantu operator memperoleh peringatan lebih awal apabila terdapat kondisi yang memerlukan perhatian sehingga keputusan operasional dapat dilakukan berdasarkan informasi yang tersedia secara real-time. Selain itu, kemampuan diagnostik yang berlangsung secara berkelanjutan juga membantu memastikan sistem keselamatan tetap berada dalam kondisi siap digunakan ketika dibutuhkan.
Dalam operasi drone industri, keandalan sistem menjadi faktor yang sangat penting, terutama pada misi yang dilakukan di area luas atau lokasi yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi. DJI AP100 juga dilengkapi dengan sistem kontrol independen serta sensor Inertial Measurement Unit (IMU) yang memungkinkan perangkat bekerja secara mandiri sebagai modul keselamatan tambahan. Sistem ini melakukan validasi silang terhadap data penerbangan secara real-time. Dengan adanya proses verifikasi tersebut, risiko aktivasi parasut yang tidak disengaja dapat diminimalkan.Selain redundansi pada sistem kontrol, DJI AP100 juga memiliki sumber daya independen melalui kapasitor internal. Sistem cadangan ini memungkinkan fungsi pemantauan dan aktivasi otomatis tetap berjalan meskipun terjadi gangguan pada sumber daya utama drone. Pendekatan redundansi seperti ini menjadi penting karena operasi drone industri sering kali dilakukan pada lingkungan yang membutuhkan tingkat keandalan sistem yang lebih tinggi dibandingkan penerbangan rekreasional.
Kecepatan respons merupakan salah satu faktor utama pada sistem mitigasi penerbangan. DJI AP100 memiliki waktu respons kurang dari 600 milidetik, sehingga proses penanganan kondisi darurat dapat dilakukan dalam waktu singkat. Sebelum parasut dikeluarkan, sistem Flight Termination System (FTS) independen akan menghentikan putaran motor terlebih dahulu. Proses ini membantu mengurangi kemungkinan terjadinya interaksi antara rotor dan sistem parasut saat deployment berlangsung.
Setelah parasut mengembang, parasut secara otomatis mengaktifkan alarm suara dan lampu peringatan dengan intensitas tinggi. Fitur tersebut memiliki dua fungsi utama, yaitu memberikan peringatan kepada orang di sekitar area pendaratan serta membantu operator menemukan posisi drone dengan lebih cepat. Keberadaan fitur-fitur tersebut menunjukkan bahwa sistem keselamatan drone tidak hanya berfokus pada fase penerbangan, tetapi juga mempertimbangkan aspek keselamatan setelah proses pendaratan darurat terjadi.