DJI Dock 3 didukung oleh dua pilihan drone, yaitu DJI Matrice 4D dan DJI Matrice 4TD. Keduanya dirancang khusus untuk operasi otomatis menggunakan dock dan memiliki dimensi, performa penerbangan, serta tingkat ketahanan yang hampir identik. Perbedaan utamanya terletak pada konfigurasi kamera dan jenis aplikasi yang dituju. Dari sisi desain, DJI Matrice 4D dan Matrice 4TD sama-sama memiliki bobot lepas landas sekitar 1.850 gram dengan berat maksimum saat lepas landas 2.090 gram. Keduanya menggunakan dimensi bodi 377,7 × 416,2 × 212,5 mm tanpa baling-baling dan telah mengantongi sertifikasi IP55, sehingga mampu beroperasi pada kondisi lingkungan yang berdebu maupun hujan ringan.
Kemampuan terbang kedua drone juga tidak jauh berbeda. Keduanya memiliki kecepatan naik hingga 10 m/s pada Sport Mode dan 6 m/s pada Normal Mode, sementara kecepatan turun mencapai 8 m/s pada Sport Mode. Untuk kecepatan horizontal, kedua drone dapat melaju hingga 21 m/s pada Sport Mode atau 15 m/s pada Normal Mode dengan obstacle sensing aktif. Namun ketika dioperasikan bersama DJI Dock 3, drone hanya menggunakan Normal Mode untuk menjaga keamanan operasi otomatis.
Dalam menghadapi kondisi cuaca, baik Matrice 4D maupun Matrice 4TD memiliki ketahanan angin hingga 12 m/s saat terbang maupun melakukan lepas landas dan pendaratan. Keduanya juga dapat beroperasi pada ketinggian hingga 6.500 meter di atas permukaan laut dengan rentang suhu kerja -20°C hingga 50°C, sehingga cocok digunakan di berbagai kondisi geografis. Untuk mendukung misi berdurasi panjang, kedua drone menawarkan waktu terbang hingga 54 menit, waktu hovering hingga 47 menit, serta jarak tempuh maksimum 43 km. Selain itu, keduanya telah dilengkapi modul RTK bawaan yang meningkatkan akurasi posisi tanpa memerlukan pemasangan perangkat tambahan, serta mendukung sistem navigasi satelit GPS, BeiDou, Galileo, QZSS, dan GLONASS.
Kedua drone juga telah dibekali fitur AI Detection, sehingga mampu membantu proses identifikasi objek secara otomatis selama misi berlangsung. Fitur ini sangat bermanfaat untuk berbagai aplikasi seperti inspeksi infrastruktur, patroli keamanan, hingga pemantauan aset industri. Perbedaan paling mencolok terdapat pada sistem kameranya. DJI Matrice 4D menggunakan kamera wide-angle dengan sensor 4/3 CMOS beresolusi 20 MP, yang mampu menghasilkan kualitas gambar tinggi untuk kebutuhan pemetaan, dokumentasi, dan inspeksi visual dengan detail yang lebih baik.
Sementara itu, DJI Matrice 4TD mengusung sensor wide-angle 1/1.3 inci CMOS beresolusi 48 MP dan dilengkapi kamera termal (infrared thermal camera). Kombinasi tersebut membuat Matrice 4TD lebih ideal untuk kebutuhan inspeksi kelistrikan, pemantauan panel surya, deteksi titik panas (hotspot), pencarian dan penyelamatan (SAR), hingga inspeksi malam hari yang memerlukan analisis suhu secara real-time.
Secara keseluruhan, DJI Matrice 4D lebih sesuai untuk pekerjaan yang berfokus pada pengambilan citra visual berkualitas tinggi, seperti survei, pemetaan, dan inspeksi visual. Sebaliknya, DJI Matrice 4TD menjadi pilihan yang lebih tepat apabila pekerjaan memerlukan analisis termal selain citra visual. Dengan kompatibilitas penuh terhadap DJI Dock 3, kedua drone tersebut memungkinkan pelaksanaan misi otomatis secara efisien sesuai kebutuhan operasional di berbagai sektor industri.
Selain spesifikasi dasar, DJI Matrice 4D dan Matrice 4TD juga telah dilengkapi laser rangefinder yang berfungsi untuk mengukur jarak objek secara akurat. Kedua drone mampu melakukan pengukuran hingga 1.800 meter pada kondisi pengukuran tegak lurus (normal incidence) dan hingga 600 meter pada pengukuran dengan sudut miring (oblique incidence), dengan blind zone hanya 1 meter. Fitur ini sangat membantu dalam proses inspeksi aset, pengukuran ketinggian, penentuan koordinat objek, hingga mendukung pekerjaan pemetaan dan analisis spasial di lapangan.
Dari sisi artificial intelegence (AI), baik DJI Matrice 4D maupun Matrice 4TD telah mengintegrasikan AI Detection yang memungkinkan drone mengenali berbagai objek secara otomatis selama penerbangan. Teknologi ini membantu meningkatkan efisiensi proses inspeksi karena operator dapat lebih cepat mengidentifikasi kendaraan, manusia, maupun objek penting lainnya tanpa harus melakukan pengamatan secara manual pada setiap rekaman.
Meski memiliki banyak kesamaan, DJI Matrice 4TD menawarkan kemampuan yang lebih lengkap untuk kebutuhan inspeksi tingkat lanjut. Drone ini dilengkapi kamera termal inframerah dengan sensor Uncooled VOx Microbolometer, resolusi 640 × 512 piksel, ukuran piksel 12 μm, serta frame rate 30 Hz. Kamera tersebut menggunakan lensa dengan DFOV 45°, panjang fokus ekuivalen 53 mm, dan aperture f/1.0, sehingga mampu menghasilkan citra termal yang detail untuk mendeteksi anomali suhu pada berbagai aset industri.
Keunggulan lain yang hanya dimiliki DJI Matrice 4TD adalah NIR Auxiliary Light atau lampu bantu inframerah dengan sudut pencahayaan 5,7° ± 0,3°. Fitur ini memberikan pencahayaan tambahan saat melakukan operasi di malam hari atau lingkungan dengan intensitas cahaya yang rendah. Dengan demikian, Matrice 4TD dapat mempertahankan kualitas pengamatan visual maupun termal ketika digunakan untuk patroli keamanan, inspeksi infrastruktur, hingga operasi tanggap darurat.
Secara umum, DJI Matrice 4D lebih ditujukan untuk pekerjaan yang berfokus pada pengambilan data visual berkualitas tinggi, seperti survei, pemetaan, dokumentasi progres proyek, dan inspeksi visual. Sementara itu, DJI Matrice 4TD merupakan pilihan yang lebih tepat apabila pekerjaan membutuhkan kombinasi kamera visual dan kamera termal untuk mendeteksi anomali suhu, melakukan inspeksi kelistrikan, memantau panel surya, mendeteksi hotspot, hingga mendukung operasi pencarian dan penyelamatan.
Baik DJI Matrice 4D maupun DJI Matrice 4TD dirancang untuk bekerja secara optimal bersama DJI Dock 3 dalam mendukung operasi drone yang sepenuhnya otomatis. Pemilihan drone yang tepat bergantung pada jenis pekerjaan yang akan dilakukan, apakah berfokus pada inspeksi visual beresolusi tinggi atau memerlukan kemampuan analisis termal untuk mendeteksi kondisi yang tidak terlihat oleh kamera biasa.
Jika Anda ingin mengetahui drone yang paling sesuai untuk kebutuhan operasional di sektor pertambangan, minyak dan gas, kelistrikan, konstruksi, perkebunan, keamanan, maupun infrastruktur, Terra Drone Indonesia siap membantu. Tim kami dapat memberikan konsultasi, demonstrasi produk, hingga implementasi solusi DJI Dock 3 beserta DJI Matrice 4D atau Matrice 4TD sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan Anda. Dengan pengalaman dalam penerapan teknologi drone untuk berbagai industri di Indonesia, Terra Drone Indonesia dapat menjadi mitra dalam mewujudkan operasi yang lebih aman, efisien, dan terdigitalisasi.